Kriminal

5 Bulan Kasus Pembunuhan di Arso 3 Mandek, Keluarga Desak Polres Keerom Ungkap Pelaku

0
×

5 Bulan Kasus Pembunuhan di Arso 3 Mandek, Keluarga Desak Polres Keerom Ungkap Pelaku

Sebarkan artikel ini
Tampak foto pihak korban keluarga almarhum, Reski Pam Jos Marisan saat mendatangi Polres Keerom.

Berita Papua, Keerom — Hampir 5 bulan setelah ditemukan tewas dengan luka penganiayaan, kasus pembunuhan terhadap Reski Pam Jos Marisan (29) di Kabupaten Keerom masih belum terungkap.

Keluarga korban kini mendesak Satreskrim Polres Keerom bekerja profesional dan mengusut tuntas pelaku yang hingga awal April 2026 belum juga teridentifikasi.

Peristiwa itu terjadi pada Selasa malam, 25 November 2025, di Kali Jerni, Arso 3, Skamto, Kampung Jaifuri, Distrik Keerom Barat. Keluarga menilai penanganan kasus berjalan lambat tanpa perkembangan signifikan.

Perwakilan keluarga, Melli Mofu, mengungkapkan kekecewaannya saat mendatangi Polres Keerom, Senin (20/4/2026).

“Kami menyesalkan sampai hari ini belum ketemu. Sudah 2 sampai 3 bulan, tapi belum juga terungkap,” ujarnya.

Menurut Melli, penyidik Unit Pidana Umum sempat menyampaikan kendala utama karena tidak ada pihak yang mengakui perbuatannya.

“Informasi dari penyidik, belum ada yang mengaku terus terang. Jadi kasus ini seperti timbul tenggelam,” tuturnya.

Keluarga menduga pembunuhan terjadi dalam “lingkaran kecil” sehingga seharusnya lebih mudah diungkap. Namun lambannya proses justru menambah frustrasi. Mereka juga meminta 2 orang diduga terkait, yakni Saul dan Oto, dikeluarkan sementara dari lingkungan kerja untuk memudahkan pencarian fakta dan mencegah konflik baru. Permintaan itu belum dipenuhi polisi dengan alasan tidak memiliki kewenangan.

Kanit Pidum Polres Keerom, Aipda M. Rizal Zigari menjelaskan bahwa ke-2 orang tersebut bekerja di perusahaan tambang emas milik perorangan yang tidak berizin dan merupakan milik adat.

“Sampai saat ini, perusahaan tambang masih beroperasi dan kami tidak bisa intervensi karena kewenangan pemerintah daerah. Untuk police line, sudah dipasang,” jelas Rizal.

Sebagai solusi, kata dia, pihaknya akan melaporkan ke Polsek Distrik Keerom Barat untuk diteruskan ke perusahaan terkait.

Korban Diduga Disiksa Secara Sadis

Ketua Dewan Adat Suku Yokari, Rehabilia Yarisetouw yang juga paman korban, menegaskan kematian Reski bukan karena misterius, melainkan tindakan kriminal disertai penganiayaan.

“Pada jasad korban terdapat tanda-tanda penganiayaan,” ujarnya.

Ia mendesak polisi mempercepat proses secara transparan.

“Kalau prosesnya berlarut-larut, kami khawatir kepercayaan masyarakat akan hilang.”

Ibu korban, Yuliana Keruai Nerotouw, masih terpukul dan menyebut lambannya pengungkapan sebagai bentuk ketidakadilan.

“Dari November sampai sekarang bulan April, kasus ini belum terungkap. Mama merasa ini ketidakadilan,” bebernya.

Yuliana juga mengungkapkan anaknya ditemukan dalam kondisi mengenaskan.

“Anak mama diperlakukan seperti binatang secara sadis. Sampai sekarang itu terus terbayang di pikiran mama,” tuturnya.

Ia berharap Satreskrim Polres Keerom bekerja jujur.

“Tolong bekerja dengan jujur untuk membela kebenaran. Mama percaya suatu saat kebenaran akan terungkap dan pelaku akan ditangkap.”

Hingga berita ini diturunkan, kepolisian belum memberikan keterangan resmi lebih lanjut mengenai perkembangan penyidikan kasus pembunuhan tersebut.

(Yan Mofu)