Berita Papua, Jayapura — Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, Pemerintah Provinsi Papua memastikan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) di wilayah Papua dalam kondisi aman.
Gubernur Papua, Fakhiri, menjamin stok BBM mampu memenuhi kebutuhan masyarakat selama masa libur keagamaan setelah melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Kantor Pertamina Wilayah Maluku Papua di kawasan Dok VII, Jayapura, Selasa (17/3/2026).
Dalam sidak tersebut, Gubernur Fakhiri menerima penjelasan langsung dari General Manager Pertamina mengenai distribusi dan stok BBM di wilayah Provinsi Papua. Berdasarkan data yang dihimpun, ketersediaan BBM untuk seluruh wilayah utama dipastikan mencukupi.
“Secara keseluruhan, BBM tersedia untuk 18 hari ke depan, baik di Jayapura, Biak, maupun Serui. Memang ada satu wilayah yang stoknya tersisa 8 hari, tetapi setelah kami cek, itu tidak masalah dan dipastikan aman,” ujar Gubernur Fakhiri kepada awak media usai sidak.
Pemerintah daerah mengapresiasi kesiapan Pertamina dalam menjamin pasokan energi selama periode libur keagamaan. Dengan kondisi ini, masyarakat diimbau tidak perlu khawatir atau panik dalam melakukan pembelian BBM.
“Kami bersyukur. Mudah-mudahan dengan kerjasama semua stakeholder terkait, kita bisa sama-sama melaksanakan hari libur Idul Fitri ini dengan tenang dan damai. Jangan takut terhadap pasokan BBM,” imbuhnya.
Tidak hanya BBM, Gubernur Fakhiri juga memastikan ketersediaan gas elpiji dan minyak tanah dalam kondisi aman.
Pasca libur, pemerintah akan segera membentuk tim pengawasan khusus. Langkah ini diambil untuk mengantisipasi praktik penimbunan serta permainan harga yang merugikan masyarakat.
“Saya sudah sampaikan, semua komoditi yang dikelola Pertamina aman. Stok 18 hari, dan enam hari kemudian akan ada kapal masuk lagi untuk mendrop BBM, gas, dan kebutuhan lainnya, termasuk ke Biak dan Serui,” bebernya.
Gubernur menegaskan pihaknya akan menindak tegas oknum yang mencoba bermain dengan distribusi BBM.
Ia juga menyoroti temuan sebelumnya mengenai permainan BBM menggunakan tangki berkapasitas besar yang dianggap meresahkan dan merugikan konsumen lain.
“Yang paling penting akan kami ingatkan, yang suka main-main ambil pakai tangki besar sebagaimana beberapa waktu lalu ditemukan Pak Walikota, saya harap tidak boleh lagi. Kita harus menghargai masyarakat yang membutuhkan. Kami ingatkan agar berhenti, karena sebentar lagi pemerintah akan melakukan pengawasan ketat,” tegasnya.
Gubernur Fakhiri juga mengisyaratkan akan segera mendiskusikan sejumlah program nasional yang akan masuk ke Provinsi Papua. Program tersebut rencananya akan difokuskan pada kemudahan akses bagi masyarakat, khususnya petani dalam mengelola lahan pertanian, perkebunan, dan perikanan.
“Nanti ke depan, akan ada beberapa program nasional. Ini akan kami diskusikan sehingga bisa digunakan oleh masyarakat tani untuk kemudahan mengelola sawah, kebun, dan perikanan, tentunya nanti didistribusikan lewat mekanisme yang ada,” pungkas Fakhiri.
(Renaldo Tulak)











