Papua

Tokoh Adat Port Numbay dan Kain-Kain Karkara Byak Apresiasi Tonny Tesar: Tidak Alergi Aspirasi Rakyat Kecil

0
×

Tokoh Adat Port Numbay dan Kain-Kain Karkara Byak Apresiasi Tonny Tesar: Tidak Alergi Aspirasi Rakyat Kecil

Sebarkan artikel ini
Tampak Pembukaan Musyawarah Besar (Mubes) II Kain-Kain Karkara Byak Sup Tabi di Kota Jayapura. (Ist)

Berita Papua, Jayapura — Musyawarah Besar (Mubes) II Kain-Kain Karkara Byak Sup Tabi di Pantai Holtekamp, Distrik Muara Tami, Kota Jayapura, Selasa (3/11/2026), menjadi momentum pengakuan tokoh adat terhadap Anggota DPR RI Komisi XIII Fraksi NasDem, Tonny Tesar. Ratusan warga Biak-Supiori di Tanah Tabi memadati lokasi wisata tersebut dan menyaksikan langsung apresiasi para tokoh adat.

Mubes II diawali ibadah syukur oleh mantan Ketua Sinode GKI, Pdt. Yemima Krey, S.Th., dalam Bahasa Biak. Acara dihadiri Kadisbudpar Papua Josefientje B. Wandosa yang mewakili Gubernur, anggota MRP, DPRK Kota Jayapura, TNI-Polri, Ketua LMA Port Numbay Syors Awi, serta para Mananwir.

Ketua LMA Port Numbay, Syors Awi, menegaskan Tonny Tesar merupakan contoh wakil rakyat yang memahami adat.

“Sebagai tokoh adat, saya sangat mengapresiasi kehadiran beliau. Walaupun banyak agenda lain, beliau tetap hadir dan menghormati kegiatan budaya dan adat Orang Asli Papua. Ini menunjukkan beliau adalah anak adat yang tahu adat, tahu menempatkan diri. Kiranya terus dipertahankan sebagai wakil rakyat yang memperjuangkan hak-hak masyarakat adat OAP di parlemen,” tegas Syors Awi.

Ketua Badan Pekerja Harian Kain-Kain Karkara Byak, Mananwir Gerad Kafiar, menambahkan, Tonny tidak alergi dengan suara rakyat kecil.

“Kami sangat mengapresiasi kehadiran Anggota DPR RI Komisi XIII Tonny Tesar. Beliau sangat peka dengan berbagai aspirasi yang kami sampaikan. Ini menunjukkan beliau tidak alergi dengan aspirasi rakyat kecil,” kata Gerad Kafiar.

Ketua KAPP Papua, Musa Haluk, juga menyebut kehadiran Tonny sebagai jati diri anak adat Saireri.

“Beliau menunjukkan jatidirinya sebagai anak adat Saireri. Karena Biak merupakan suku besar di Saireri, sudah sewajarnya beliau hadir memberikan dukungan,” ungkap Musa Haluk.

Dalam sambutan yang dibacakan Kadisbudpar Josefientje B. Wandosa, Gubernur Papua berharap Mubes menjadi landasan membangun kelembagaan adat yang kuat, terbuka, dan demokratis.

“Kita harus sadar bahwa masyarakat adat menghadapi berbagai tantangan, hak ulayat, perlindungan SDA, hingga menyiapkan generasi muda. Orang Biak harus bersatu, jangan ada perbedaan pandangan yang dapat memecah belah kalian,” harap Gubernur.

Tonny Tesar sendiri mengaku kehadirannya merupakan bentuk penghormatan pada tiga tungku Otsus: Adat, Agama, dan Pemerintah.

“Ini kehormatan besar bagi saya. Walaupun reses padat, undangan Mubes II suku Biak harus saya hadiri. Orang Biak sudah memberikan kontribusi SDM luar biasa bagi Tanah Papua, dari penginjil, guru, hingga tenaga medis,” pungkas Tonny.

(Renaldo Tulak)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *