Kabupaten Jayapura

Kadispar Jayapura: FDS 2026 Sesuai Visi Bupati, Khalkote Disiapkan Jadi Ekspo Papua

0
×

Kadispar Jayapura: FDS 2026 Sesuai Visi Bupati, Khalkote Disiapkan Jadi Ekspo Papua

Sebarkan artikel ini
Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Jayapura, Elisa Yarusabra, S.Sos., MPA.

Berita Papua, Sentani — Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Jayapura, Elisa Yarusabra menegaskan Festival Danau Sentani (FDS) 2026 digelar sesuai arahan dan visi Bupati Jayapura, Yunus Wonda.

“Ya, pertama ini sesuai dengan visi Pak Bupati Jayapura, kasih mempersatukan perbedaan. Sesuai dengan itu dan juga kebijakan yang diturunkan Pak Bupati dan Wakil bahwa FDS itu harus dilaksanakan,” ujar Elisa, Selasa (28/4/2026).

Elisa menyebut festival di tahun 2026 ini harus dilaksanakan,” tegasnya.

Karena menurutnya, FDS adalah ajang pembinaan kebudayaan masyarakat adat sekaligus mengangkat harkat dan martabat masyarakat Kabupaten Jayapura. “Di sisi lain ini juga bagian untuk memperkuat kesejahteraan masyarakat melalui peningkatan pendapatan UMKM,” tambahnya.

Ia menegaskan FDS 2026 sejalan dengan arah kebijakan pembangunan daerah di bawah kepemimpinan Bupati Yunus Wonda dan Wakil Bupati Haris Yocku.

“Sebagai dinas pariwisata yang lini sektornya langsung berhubungan dengan kepariwisataan, kami siap melaksanakan apa yang menjadi kebijakan dan arah Bupati dan Wakil Bupati sesuai dengan visi-visinya.”

Tahun ini FDS memasuki gelaran ke-15. “Kali ini event yang ke-15, tentunya bukan hal yang baru untuk Festival Danau Sentani. Kita sudah punya banyak pengalaman, tahun ini kita akan laksanakan dan kita sukseskan dengan baik,” kata Elisa.

Ada penyesuaian jadwal. Jika sebelumnya FDS digelar Juni, tahun 2026 digeser ke Agustus.

“Ini berkaitan dengan penyesuaian kunjungan turis yang datang ke Papua agar mereka datang berdekatan dengan event-event yang ada di Papua. Sehingga mereka tidak dua kali jalan, tapi sekali jalan bisa menikmati budaya Papua.”

Jadwal FDS sudah disinkronkan dengan Festival Lembah Baliem. FDS digelar 3-5 Agustus 2026 dengan puncak 4 Agustus, lalu dilanjutkan Lembah Baliem 7-9 Agustus.

“Diharapkan semua festival di Papua, baik yang ada di Papua Selatan, Papua Pegunungan, akan satu siklus waktunya. Sehingga wisatawan yang datang ke Papua sudah terjadwal dalam satu jadwal yang bisa berkunjung semua,” jelasnya.

FDS 2026 diawali pra-event cukup panjang, mulai 3 Juli hingga 5 Agustus 2026.

“Pranya itu hampir sebulan. Ini adalah kebijakan Bupati untuk mendorong pembinaan kebudayaan dan mendorong UMKM, kuliner masyarakat bisa bergerak, perekonomian masyarakat juga bisa berjalan, sehingga meningkatkan pendapatan,” ujar Elisa.

Elisa menyebut ada arah kebijakan Bupati agar Pantai Kalkote dipersiapkan menjadi kawasan ekspo.

“Itu sebuah keinginan dan harapan dari pembinaan daerah, bahwa kawasan Kalkote atau lokasi Kalkote itu adalah bentuk ekspo Papua dan Kabupaten Jayapura nanti di situ.”

“Jadi, kalau kita dulu pergi ekspo di Wayana, orang bisa datang mengenal budaya Papua, budaya Kabupaten Jayapura, itu di Kalkote. Itu sebuah mimpi dan harapan ke depan,” lanjutnya.

Pemerintah daerah, kata Elisa, akan serius membangun infrastruktur Kalkote.

“Baik oleh pemerintah daerah Kabupaten Jayapura di bawah pembinaan Pak Bupati, juga dengan mengharapkan dukungan dari provinsi dan pemerintah pusat untuk membangun kawasan Kalkote menjadi kawasan ekspo Kabupaten Jayapura dan juga kawasan ekspo Papua.”

Hal menarik tahun ini, panitia akan mengundang seluruh kabupaten/kota se-Provinsi Papua jadi peserta.

“Mereka akan datang semua, kita undang untuk menjadi peserta. Sudah beberapa kabupaten yang sudah menyampaikan untuk keikutsertaannya di Festival Danau Sentani,” ungkap Elisa.

Saat ini panitia mulai bergerak. “Ke depan kami akan punya jadwal lagi untuk rapat dengan para pelaku pariwisata, juga dengan sanggar-sanggar, seniman-seniman, juga dengan semua yang berkaitan dengan FDS. Sudah mulai bergerak sekarang menuju pelaksanaan, baik pra-event maupun event. Yang puncaknya nanti tanggal 4 Agustus,” pungkasnya.

(Yan Mofu)