Kabupaten Jayapura

Ukir Sejarah Juara Umum Tinju Gubernur Cup, Ketua KONI Jayapura: “Ini Waktunya Kita Bangkit, Tekan Miras dan Narkoba Lewat Olahraga”

0
×

Ukir Sejarah Juara Umum Tinju Gubernur Cup, Ketua KONI Jayapura: “Ini Waktunya Kita Bangkit, Tekan Miras dan Narkoba Lewat Olahraga”

Sebarkan artikel ini
Tampak Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Jayapura, Haris Richard Yocku bersama Ketua Pertina Kabupaten Jayapura, Bernyamin Yarisetouw.

Berita Papua , Sentani — Kabupaten Jayapura untuk pertama kalinya dalam sejarah keluar sebagai juara umum cabang olahraga tinju pada ajang Gubernur Cup. Prestasi ini diraih dengan koleksi 7 medali emas, 1 perak, dan 6 perunggu.

Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Jayapura, Haris Richard Yocku, menegaskan bahwa capaian ini menjadi titik tolak kebangkitan seluruh cabang olahraga di daerah tersebut.

“Sebagai Ketua KONI, pertama saya mengucapkan banyak terima kasih, secara khusus buat Pertina yang sudah memberikan kontribusi olahraga tinju ini bisa berjalan baik waktu kegiatan Gubernur Cup kemarin,” ujarnya di Sentani, Rabu (22/4/2026).

Haris mengaku bangga karena gelar juara umum diraih di tengah berbagai keterbatasan. “Jujur saya senang sekali. Dengan latihan yang serba terbatas, alat yang tidak maksimal, tetapi semangat yang ditunjukkan oleh anak-anak berprestasi sangat luar biasa,” katanya.

Ia meyakini bahwa kemenangan di cabang tinju akan menular ke cabang olahraga lainnya. “Saya dan Pak Bupati sudah komitmen, semua olahraga, bukan tinju saja, pasti kami akan dukung. Kalau hari ini tinju sudah menunjukkan kualitas mereka menjadi juara umum, saya percaya cabang-cabang olahraga yang lain pasti akan menunjukkan kualitas mereka.”

Ketua KONI menyebut selama ini atlet-atlet Kabupaten Jayapura belum mendapat ruang yang memadai. “Sebenarnya selama ini mereka hanya tertidur saja. Tunggu, kita akan bangkit. KONI kita akan bangkit, semua olahraga akan hidup, dan Kabupaten Jayapura akan menjadi pencetus olahraga terbesar di wilayah Papua.”

Targetnya, Kabupaten Jayapura menjadi pemasok atlet terbanyak se-Papua. “Seandainya semua atletnya itu akan paling banyak datang dari Kabupaten Jayapura. Ini waktunya. Kita mau kasih tahu bahwa kita sudah siap.”

Haris menekankan bahwa olahraga menjadi jalan untuk menekan kenakalan remaja. “Kita akan coba berkolaborasi dengan semua, sehingga anak-anak ini bisa kita arahkan ke kegiatan olahraga yang positif. Dengan demikian kita bisa menekan mereka dari hal-hal negatif: minuman keras, narkoba, dan lain sebagainya.”

Dukungan masyarakat disebutnya sebagai kunci utama. “Saya dan Bupati tidak bisa kerja sendiri. Kami butuh seluruh masyarakat untuk dukung kami, sehingga olahraga ini bisa hidup dan anak-anak kita bisa berprestasi lewat olahraga yang mereka minati.”

Fokus terdekat KONI Kabupaten Jayapura adalah ajang PON Beladiri di Manado, Sulawesi Utara, pada Oktober 2026. Sebelum itu, tujuh petinju peraih medali emas akan dikirim untuk uji coba ke luar daerah.

“Mereka tidak bisa uji coba di dalam, mereka harus uji coba ke luar. Karena biasanya mental di dalam dengan di luar itu beda,” jelas Haris.

Rencana tersebut akan dilaporkan kepada Bupati Jayapura selaku “presiden tertinggi olahraga” di kabupaten tersebut. “Saya akan menghadap Pak Bupati untuk minta restu. Kalau beliau kasih restu maka kami akan bawa tujuh petinju ini berangkat.”

Lokasi uji coba masih dikoordinasikan dengan Pengurus Provinsi Persatuan Tinju Amatir Indonesia (Pertina). “Nanti saya koordinasi, karena mereka harus bertanding di sana untuk persiapan PON Beladiri bulan Oktober di Manado, dan menuju PON 2026, 2027 nanti.”

Haris menolak pola persiapan yang bersifat dadakan. “Kita sudah harus siap dari sekarang. Jangan tiba waktu tiba akal. Itu kita bikin susah diri.”

Pembinaan dini menjadi agenda utama ke depan. “Mereka harus disiapkan dari sekarang, supaya ketika ikut pertandingan, mereka pulang membawa hasil. Dan itu menjadi harapan kita, masyarakat Papua, secara khusus di Kabupaten Jayapura,” pungkasnya.

(Yan Mofu)