Berita Papua, Sentani — Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Kabupaten Jayapura bersiap menggelar turnamen olahraga digital atau e-sports bertajuk Turnamen, Mobile Legend Bang Bang (MLBB) 2026.
Ajang ini akan berlangsung pada 18-19 September 2026 di Halaman Parkir Hotel Suni Sentani, Hawaii, Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua.
Kepala DPM-PTSP Kabupaten Jayapura, Gustaf Griapon mengatakan turnamen ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga dirancang sebagai ruang kolaborasi antara pemuda, pelaku UMKM, dunia usaha, dan pemerintah.
“Event e-sports ini mengusung tema ‘Pemuda Berprestasi, Ekonomi Kreatif Tumbuh, Investasi Jayapura Maju’. Kami ingin menciptakan ruang positif bagi generasi muda, sekaligus melihat perkembangan e-sports sebagai bagian dari pertumbuhan ekonomi kreatif,” ujar Gustaf di kantornya, Rabu (9/9/2026).
DPM-PTSP menargetkan 32 tim akan bertanding dalam turnamen ini. Dengan format 5 pemain per tim, diproyeksikan 160 pemain akan terlibat langsung.
Pendaftaran terbuka tidak hanya untuk warga Kabupaten Jayapura, tetapi juga komunitas dari Kota Jayapura dan Kabupaten Keerom.
Pertandingan akan dimulai pukul 15.00 WIT hingga selesai. Total hadiah yang diperebutkan mencapai jutaan rupiah:
• Juara I: Rp3.000.000
• Juara II: Rp2.000.000
• Juara III: Rp1.000.000
“Bagi kami, kemenangan bukan satu-satunya tujuan. Turnamen ini diharapkan membangun sportivitas, disiplin, kerja sama tim, kreativitas, dan mental kompetitif bagi generasi muda,” tegas mantan Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Jayapura itu.
Yang membedakan turnamen ini adalah keterlibatan sekitar 15 pelaku UMKM yang akan membuka lapak di lokasi acara. UMKM diberi ruang untuk memperkenalkan dan menjual produk secara langsung kepada pengunjung dan peserta.
“Kami ingin event ini memberikan manfaat lebih luas. Ketika anak-anak muda bertanding, di tempat yang sama UMKM juga bergerak. Ada transaksi, ada promosi, ada interaksi, dan ada peluang usaha,” kata Gustaf.
Selain itu, DPM-PTSP juga membuka ruang bagi pihak sponsor dan dunia usaha untuk membuka booth. Booth tersebut dapat dimanfaatkan untuk memperkenalkan produk, layanan, maupun program perusahaan secara langsung.
“Ini bukan hanya pertandingan. Kami ingin membangun sebuah ruang kolaborasi. Ada pemerintah, ada pemuda, ada komunitas e-sports, ada UMKM, ada sponsor dan dunia usaha. Semuanya bisa bertemu dalam satu kegiatan,” jelasnya.
Menariknya, DPM-PTSP Kabupaten Jayapura juga akan membuka layanan perizinan selama event berlangsung. Masyarakat dan pelaku usaha yang hadir dapat langsung memperoleh informasi dan layanan terkait perizinan berusaha.
“Pelayanan publik tidak harus selalu menunggu masyarakat datang ke kantor. Pemerintah harus hadir di tengah masyarakat, termasuk di ruang-ruang kegiatan kepemudaan dan ekonomi kreatif. Masyarakat bisa bermain, berusaha, berpromosi, sekaligus mendapatkan informasi tentang perizinan,” tegas Gustaf.
Menurut Gustaf, perkembangan e-sports harus dilihat lebih luas. Ekosistem e-sports saat ini telah melibatkan pemain, tim, pelatih, penyelenggara, konten kreator, media, UMKM, sponsor, hingga industri kreatif.
“Mobile Legends hanya menjadi pintu masuk. Yang ingin kami bangun adalah semangat anak muda untuk berprestasi, berkarya, dan melihat peluang ekonomi dari dunia digital. Jangan hanya menjadi penonton. Saatnya anak-anak muda Kabupaten Jayapura, Kota Jayapura, dan Keerom menunjukkan kemampuan terbaiknya,” pungkasnya.
(Yan Mofu)











