Berita Papua, Sentani — Kongres Dewan Adat Suku Sentani (DASS) akan digelar pada 24 September 2026. Agenda tersebut merupakan puncak dari rangkaian proses yang diawali dari rapat besar Phuyaka di kampung hobong dengan Pra-Kongres di Kampung Yobeh pada 10 September 2026.
Hal itu disampaikan, Yo Ondofolo Kampung Babrongko, Ramses Wally melalui Via WhatsApp, Senin (14/9/2026).
“Dalam rapat besar di Kampung Hobong, seluruh Ondofolo-Ondofolo dari Sentani Tengah dan Sentani Barat telah memutuskan membentuk tim kerja untuk melakukan Kongres DASS. Itu mendapat kepercayaan dari seluruh Ondofolo,” ujar Ramses.
Menurutnya, pemegang veto tertinggi dalam struktur adat Sentani adalah para Ondofolo. Karena itu, tim kerja kongres DASS dilepaskan langsung oleh para Ondofolo.
Ramses Wally mengajak pengurus DASS periode sebelumnya untuk bergabung mensukseskan kongres. Ia menilai pengurus lama tidak perlu bertahan karena masa jabatan sudah berakhir.
“Pengurus yang lama lebih baik mari kita bergabung saja untuk mensukseskan kongres pada tanggal 24 September 2026. Sebab pengurus yang lama bertahan juga percuma karena masa jabatannya sudah berakhir,” katanya.
Ia menjelaskan, pengurus lama hanya menyelesaikan sisa masa jabatan almarhum Ketua DASS, Demas Tokoro. Masa bakti pengurus tersebut sudah berjalan sekitar 7 hingga 8 tahun.
“Jika memang pengurus lama mau melanjutkan, maka harus hadir dalam rapat besar dan Pra-Kongres DASS supaya bisa dipilih atau diangkat kembali. Tapi karena masa jabatan PHW pengurus DASS yang lama sudah 7 tahun dan hampir 8 tahun, maka dengan sendirinya masa jabatan sudah berakhir,” jelasnya.
Ramses menegaskan, setiap keputusan yang diambil oleh seluruh Ondofolo dari Sentani Timur, Sentani Tengah dan Sentani Barat merupakan keputusan yang sah.
“Apapun yang diputuskan oleh seluruh Ondofolo sudah merupakan keputusan yang sah karena para Ondofolo adalah Majelis Dewan Kehormatan dan sekaligus pemegang veto,” ujarnya.
Ia juga meluruskan bahwa setiap Ondofolo memiliki otonomi di wilayahnya masing-masing. “Ondofolo-Ondofolo itu berdiri sendiri-sendiri. Misalnya satu kampung tidak mengatur kampung lain. Oleh karena itu semua Ondofolo di Sentani tidak bisa diatur oleh Ondofolo lain,” tegasnya.
Ramses berharap seluruh elemen adat dapat bersatu menyukseskan Kongres DASS ke-IV ini demi masa depan Dewan Adat Suku Sentani.
“Kami berharap pengurus lama bergabung dengan kami. Bagaimanapun juga saya bagian dari kepengurusan DASS yang lama. Ini adalah momen yang tepat. Apapun yang diputuskan Ondofolo-Ondofolo untuk mengadakan kongres ini saya rasa sudah sah,” pungkasnya.
(Yan Mofu)











