Kabupaten Jayapura

Bupati Jayapura Resmikan Harapan Waterland di Nolokla, Tiket Masuk Rp30.000

0
×

Bupati Jayapura Resmikan Harapan Waterland di Nolokla, Tiket Masuk Rp30.000

Sebarkan artikel ini
Tampak Bupati Jayapura, Dr. Yunus Wonda, SH, MH Didampingi Kapolres Jayapura AKBP Dionisius VDP Helan, SIK, MH., M.Tr.Mil seusai meresmikan Waterland di Kampung Nolokla, Distrik Sentani Timur.

Berita Papua, Sentani — Bupati Kabupaten Jayapura, Yunus Wonda, meresmikan Harapan Waterland di Kampung Nolokla, Distrik Sentani Timur, Kabupaten Jayapura, Sabtu (7/11/2026)

Harapan Waterland hadir sebagai destinasi wisata keluarga terbaru yang memadukan konsep wisata alam dan wisata modern, dengan pengelolaan permainan air berbasis teknologi.

Dalam sambutannya, Bupati Yunus Wonda mengatakan kehadiran Harapan Waterland menjadi pilihan baru bagi masyarakat, karena lokasinya tidak jauh dan masih berada di dalam lingkar kota.

“Harapan Waterland hadir sebagai destinasi wisata terbaru, menjadi pilihan baru bagi masyarakat di Kabupaten Jayapura. Karena jaraknya tidak terlalu jauh, dia ada di lingkaran kota,” ujar Yunus Wonda.

Menurutnya, Kabupaten Jayapura dikenal dengan banyak wisata alam yang unik dan menarik. Kini, di Kampung Nolokla telah hadir sebuah konsep perpaduan antara wisata alam dan modern karena menggunakan teknologi dalam mengelola permainan air.

Bupati menegaskan, keamanan adalah kunci utama kemajuan pariwisata di Kabupaten Jayapura.

“Kalau keamanan di Kabupaten Jayapura ini aman, sudah pasti wisatawan banyak,” ujarnya.

Ia menekankan, keamanan bukan hanya tanggung jawab kepolisian, tetapi menjadi tanggung jawab semua warga masyarakat agar daerah ini bisa maju.

Untuk itu, ia mengucapkan terima kasih kepada Polres Jayapura yang selama ini selalu menjaga daerah ini agar tetap aman.

Yunus Wonda menjelaskan, kehadiran Harapan Waterland sejalan dengan visi dan program Pemerintah Kabupaten Jayapura untuk mengembangkan Kampung Harapan sebagai daerah tujuan wisata.

Pemerintah Kabupaten Jayapura saat ini sedang fokus menyiapkan kawasan Kalkhote sebagai sentra wisata. Ke depan, kawasan tersebut akan dikembangkan agar semakin maju, baik untuk event-event maupun wisata kuliner.

“Semua kita akan sentralkan di Kampung Harapan. Tentu dari situ orang akan lari ke sini, karena tidak mungkin orang mandi di danau, pasti akan lari ke sini,” ujarnya.

Ia menyebut, di Kampung Harapan saat ini sudah lengkap. Ada Festival Danau Sentani, Stadion Lukas Enembe, air terjun, dan kini ditambah Harapan Waterland.

“Saya punya prediksi, satu-satunya Kampung Harapan yang akan menjadi daerah yang lebih maju dari semua kampung,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Bupati juga berpesan agar pengelola menjaga tiga hal utama: kebersihan, pelayanan, dan ketertiban pengunjung.

“Kebersihan menjadi prioritas utama, terus pelayanan juga. Saya lihat pimpinnya orang Jawa, jadi pelayanan juga model orang Jawa, dijaga baik-baik. Jangan sampai berteriak-teriak, nanti orang tidak datang lagi,” ujarnya.

Ia juga meminta pengelola menyiapkan tempat khusus di luar area kolam bagi pengunjung yang makan pinang, agar tidak makan pinang di dalam area wisata.

“Pastikan begitu di pintu masuk, tidak ada orang makan pinang masuk. Siapkan tempatnya di luar sana. Hal-hal itu kecil, tapi itu yang harus kita jaga baik-baik,” katanya.

Harapan Waterland dibangun di atas tanah seluas 10.000 meter persegi atau 100 x 100 meter, sudah termasuk lahan parkir.

Bupati menilai parkir menjadi hal penting karena seringkali parkir membuat orang berpikir ulang untuk datang.

“Parkir memang harus menjadi prioritas, karena seringkali parkir itu membuat orang untuk hadir itu akan berpikir, parkirnya seperti apa,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi pengelola yang telah merekrut anak-anak asli Kampung Nolokla sebagai karyawan.

“Terima kasih tadi saya dengar merekrut anak-anak kita di sini, anak-anak asli di sini. Itu harapan kami pemerintah, di mana ada usaha yang dibuat oleh siapa pun, tapi ketika mulai menerima, rekrut tenaga kerja dari anak-anak yang ada di sini, karena mereka juga sebagai karyawan kita, mereka juga ikut menjaga,” katanya.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada pemilik lahan yang telah memberikan lokasi tersebut sehingga Harapan Waterland bisa terbangun.

“Terima kasih sudah memberikan lokasi. Ini luar biasa, bisa punya mimpi besar terbangun. Memang kita harus mulai dari yang kecil dulu, baru kita mencari lagi mimpi yang besar,” ujarnya.

Di akhir sambutan, Bupati mengajak seluruh masyarakat untuk sama-sama menikmati Harapan Waterland agar wisata di tempat itu bisa hidup.

“Tempat ini tidak memiliki suku. Tempat ini terbuka untuk semua orang,” tegasnya.

“Dengan hadirnya Harapan Waterland ini menjadi harapan baru dan usaha untuk masyarakat Kabupaten Jayapura. Bukan hanya untuk Kabupaten Jayapura, tapi juga Kota Jayapura dan siapa saja,” tambahnya.

“Dengan nama Tuhan, pada hari ini, Sabtu, 7 November 2026, saya meresmikan Harapan Waterland di Kampung Nolokla, Distrik Sentani Timur, sebagai harapan baru bagi masyarakat dan kebanggaan bagi Kabupaten Jayapura. Tuhan memberkati,” pungkasnya.

Pengelola Harapan Waterland, Danar Fadil, mengatakan sejak awal pihaknya berfokus pada kolam renang anak-anak yang ramah anak, ramah keluarga, dan bertujuan untuk berwisata.

“Yang kami sediakan pertama memang kita berfokus kepada kolam renang anak-anak yang ramah anak, ramah keluarga dan bertujuan untuk berpariwisata,” ujar Danar Fadil.

Danar menjelaskan, kolam renang anak dibuat lebih luas, permainannya dilengkapi, dan kedalamannya diatur sedemikian rupa agar aman untuk anak-anak.

“Kolam renang anak kita luaskan, permainan yang kita lengkapkan, kedalaman juga kita atur supaya aman semuanya untuk anak-anak, dan orang tua yang melepas pun tidak ada rasa was-was khawatir ketika anak itu mungkin terjadi tenggelam dan lain sebagainya,” katanya.

“Karena kedalaman sudah kita atur sedemikian rupa sehingga aman,” tambahnya.

Yang membedakan Harapan Waterland dengan kolam renang lainnya, menurut Danar, ada dua hal, yaitu dari segi permainan dan dari segi kejernihan air.

“Yang membedakan dengan kolam renang yang lainnya, yang jelas pertama dari segi permainan. Yang kedua dari segi kejernihan air, kita jaga betul kejernihan air,” ujarnya.

Ia menyebut, air kolam menggunakan standar hotel dan apartemen, karena menggunakan chemical yang sama, sehingga air selain jernih juga bebas bakteri.

“Air sendiri memang kita menggunakan standar hotel dan apartemen, karena kita menggunakan chemical yang sama dengan mereka, sehingga air selain jernih, dia bebas dari bakteri,” katanya.

Untuk tarif masuk, Harapan Waterland mematok harga Rp 30.000 per orang, berlaku sama untuk anak dan dewasa.

Harga tersebut berlaku untuk awal pembukaan. Untuk selanjutnya, tim marketing yang akan menentukan.

“Yang jelas untuk awalan ini kita patok harga 30 ribu. Sampai kapan itu harganya, itu nanti tim marketing yang bisa nentukan,” katanya.

Selain tiket umum, pengelola juga menyiapkan program khusus untuk warga sekitar.

“Yang jelas kalau untuk warga sekitar sudah kami siapkan program-program seperti itu. Selain daripada tiket umum, kita juga ada tiket kerjasama,” ujarnya.

Danar berharap kehadiran Harapan Waterland bisa berdampak pada sektor ekonomi masyarakat setempat.

“Harapan kami untuk warga sekitar, khususnya daerah Sentani, silakan berwisata ke tempat kami, mudah-mudahan puas, mudah-mudahan semuanya juga senang. Dan harapan kami juga, mudah-mudahan dengan adanya sektor pariwisata baru di sini bisa berdampak ke sektor ekonomi di daerah setempat,” pungkasnya.

(Yan Mofu)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *