Berita Papua, Sentani — Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM PTSP) Kabupaten Jayapura, Gustaf Griapon menyampaikan akan menggelar seminar dan workshop bertajuk UMKM GoBig: Digitalisasi Branding dan Strategi Menjemput Cuan.
Kegiatan tersebut akan berlangsung selama 2 hari, yakni pada Selasa dan Rabu, 3-4 Juni mendatang, bertempat di Aula Lantai 2 Kantor Bupati Jayapura, Gunung Merah, Sentani.
Gustaf mengatakan, kegiatan ini akan melibatkan 100 pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Orang Asli Papua (OAP) yang berada di wilayah Kabupaten Jayapura.
“Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara PANDI selaku Pengelola Nama Domain Internet Indonesia, SMESCO Indonesia, dan Pemerintah Kabupaten Jayapura melalui DPM PTSP Kabupaten Jayapura,” ujar Gustaf saat press conference bersama awak media cetak, online, dan elektronik, Kamis (29/10/2026) siang.
Ia menjelaskan, seluruh narasumber yang dihadirkan merupakan narasumber lokal yang telah disiapkan. Pihaknya sengaja tidak mendatangkan narasumber dari Jakarta untuk mendorong pemberdayaan lokal.
Adapun tujuh tujuan utama dari kegiatan UMKM GoBig ini adalah:
1. Meningkatkan pemahaman UMKMmengenai pentingnya transformasi digital;
2. Membantu UMKM mengoptimalkanteknologi dan platform digital untukpengembangan usaha;
3. Meningkatkan kemampuan peserta dalammembangun identitas dan positioningbranding;
4. Membekali peserta dengan strategipembuatan konten yang menarik danrelevan;
5. Meningkatkan kemampuan peserta dalammemanfaatkan media sosial sebagai kanalpemasaran;
6. Memahami strategi mengubah awarenessmenjadi conversion dan repeat order;
7. Mendorong UMKM agar memiliki strategibisnis digital yang terukur danberkelanjutan.
Menurut Gustaf, PANDI akan fokus membantu membangun branding UMKM agar memiliki identitas yang kuat, mudah diingat, dan dipilih konsumen. Sementara SMESCO Indonesia lebih banyak bergerak dalam pendampingan UMKM secara nasional,” Kata Gustaf.
“Beberapa bulan lalu saat dia ke Jakarta, puji Tuhan mendapat dukungan 2 unit laptop dari untuk operasional kantor. Dan sekarang kita lanjutkan kolaborasi untuk kegiatan UMKM ini,” jelasnya.
Terkait 100 UMKM tersebut belum pernah mengakses promosi digital, Gustaf menegaskan sebagian sudah, namun belum maksimal.
“Mereka sudah ada yang mengakses, tapi kita butuh strategi. Teman-teman dari PANDI dan SMESCO selama ini berpengalaman mendampingi UMKM, biasanya fokus di Pulau Jawa dan wilayah Indonesia lainnya. Sekarang kami minta mereka berkolaborasi untuk melakukan kegiatan ini di Papua, khususnya Kabupaten Jayapura,” terangnya.
“Ini langkah awal yang kita mulai. Ke depan pasti Dinas Koperasi dan UMKM, Dinas Perindag, kita akan kolaborasi. Semua OPD teknis pasti kita undang,” katanya.
Ia berharap kegiatan ini menjadi embrio semangat kolaborasi antar OPD.
Lebih lanjut, Gustaf menjelaskan DPM PTSP memiliki peran penting dalam perizinan usaha. Melalui kegiatan ini, pelaku UMKM yang mengalami kendala perizinan juga akan dibantu.
“Seperti dengan dana Otsus kita lakukan di beberapa daerah, di Sentani, Yapsi, dan Namblong. Selain kita bekali materi, banyak hal terkait perizinan yang juga harus kita jalankan. Tidak semua OPD punya anggaran untuk membuat kegiatan seperti ini, sehingga dengan mitra yang selama ini dekat dengan kita, kita ajak dan dorong bersama,” pungkasnya.
(Yan Mofu)











