Berita Papua, Sentani — Bupati Jayapura, Yunus Wonda, melantik 12 kepala kampung definitif, satu kepala kampung Pengganti Antarwaktu (PAW), satu Penjabat (Pj.) Kepala Kampung, serta enam anggota Badan Musyawarah Kampung (Bamuskam) di Kantor Distrik Kemtuk, Kabupaten Jayapura, Senin (2/11/2026).
Pelantikan tersebut mencakup 6 distrik, yakni Distrik Kemtuk, Kemtuk Gresi, Nimboran, Nimbokrang, Namblong, dan Airu.
Dalam sambutannya, Yunus Wonda menegaskan bahwa pelantikan bukan sekadar seremoni pemerintahan, melainkan momentum penting untuk memperkuat tata kelola pemerintahan kampung, mempercepat pembangunan, serta meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Ia mengingatkan seluruh pejabat yang baru dilantik agar menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab, kejujuran, integritas, dan semangat pengabdian kepada masyarakat.
“Saudara-saudara yang dilantik hari ini menerima amanah yang besar dari masyarakat dan negara. Amanah itu harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab, kejujuran, integritas, serta semangat pengabdian,” kata Wonda.
Bupati juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat kampung, panitia pemilihan, aparat keamanan, serta jajaran pemerintah distrik yang telah berperan menyukseskan proses demokrasi di tingkat kampung sehingga berlangsung aman, tertib, dan damai.
Kepada 12 kepala kampung definitif, Wonda menegaskan pentingnya memanfaatkan masa jabatan untuk menghadirkan pembangunan nyata dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Ia mendorong para kepala kampung mengelola dana kampung secara transparan dan akuntabel.
Menurutnya, setiap anggaran harus benar-benar diarahkan untuk kepentingan masyarakat, mulai dari pembangunan infrastruktur, peningkatan pelayanan kesehatan dan pendidikan, pemberdayaan ekonomi, pengembangan usaha produktif, hingga pembinaan generasi muda.
“Jangan biarkan masyarakat kehilangan kepercayaan kepada pemerintah kampung. Jadilah pemimpin yang dekat dengan rakyat, dengarkan aspirasi masyarakat, turun langsung ke lapangan, dan hadir di tengah-tengah masyarakat ketika mereka membutuhkan pemimpin,” pesannya.
Wonda juga menekankan bahwa keberhasilan pembangunan tidak hanya ditentukan oleh besarnya anggaran, tetapi juga oleh kualitas kepemimpinan, kerja sama, kejujuran, dan partisipasi masyarakat.
Kepada kepala kampung PAW, Bupati meminta agar segera menyesuaikan diri, melanjutkan program yang telah berjalan baik, memperbaiki hal-hal yang belum optimal, serta menjaga stabilitas pemerintahan kampung hingga berakhirnya sisa masa jabatan yang dilanjutkan.
Sementara itu, kepada Penjabat Kepala Kampung, ia menegaskan bahwa jabatan tersebut merupakan amanah sementara sampai terpilih dan dilantiknya kepala kampung definitif sesuai ketentuan yang berlaku. Meski bersifat sementara, pelayanan kepada masyarakat harus tetap dilaksanakan secara maksimal, profesional, dan netral.
Bupati Yunus Wonda turut menekankan peran penting anggota Bamuskam dalam mendukung penyelenggaraan pemerintahan kampung yang demokratis dan bertanggung jawab. Menurutnya, Bamuskam memiliki peran strategis dalam menampung aspirasi masyarakat, menjalankan fungsi pengawasan terhadap penyelenggaraan pemerintahan kampung, serta memastikan demokrasi di tingkat kampung berjalan sehat dan bermartabat.
Ia mengajak anggota Bamuskam membangun kemitraan yang baik dengan pemerintah kampung, mengedepankan komunikasi, serta mengutamakan penyelesaian persoalan melalui musyawarah.
“Bangun kemitraan yang sehat dengan pemerintah kampung. Jangan hanya mencari kesalahan, tetapi mari bersama-sama mencari solusi demi kemajuan kampung,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga mengajak seluruh masyarakat di enam distrik untuk meninggalkan perbedaan pilihan dan persaingan yang terjadi selama proses pemilihan kepala kampung. Ia menegaskan bahwa setelah proses demokrasi selesai, seluruh masyarakat harus kembali bersatu dan mendukung kepemimpinan yang telah diberikan mandat untuk membangun kampung.
“Hari ini tidak ada lagi kelompok yang kalah atau menang. Yang ada adalah masyarakat kampung yang harus bersatu untuk membangun masa depan yang lebih baik,” tegasnya.
Bupati mengingatkan bahwa pembangunan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat. Karena itu, masyarakat diharapkan memberikan masukan yang konstruktif, menjaga keamanan dan ketertiban, serta terus memelihara semangat gotong royong.
Ia juga mengajak masyarakat, khususnya para orang tua, untuk mendorong anak-anak tetap bersekolah serta bersama-sama melindungi generasi muda dari minuman keras, narkoba, dan berbagai perilaku yang dapat merusak masa depan.
Menurut Bupati, kemajuan Kabupaten Jayapura harus dimulai dari kemajuan kampung-kampungnya. Kampung perlu dikembangkan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi masyarakat yang mampu menghasilkan pangan, menciptakan lapangan kerja, melahirkan generasi terdidik, serta menjaga kelestarian lingkungan dan budaya warisan leluhur.
“Kabupaten Jayapura memiliki kekayaan budaya, adat istiadat, dan nilai gotong royong yang luar biasa. Nilai-nilai tersebut harus menjadi modal utama dalam membangun kampung,” katanya.
Menutup sambutannya, Bupati Yunus Wonda meminta seluruh kepala kampung dan anggota Bamuskam yang baru dilantik agar menjadi teladan dalam disiplin, etika, integritas, dan pelayanan publik. Ia menegaskan bahwa jabatan tidak boleh digunakan untuk kepentingan pribadi maupun kelompok, tetapi harus menjadi sarana pengabdian untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Ia berharap seluruh pejabat yang baru dilantik dapat bekerja secara sungguh-sungguh, membangun komunikasi yang baik dengan masyarakat, serta mengutamakan kepentingan bersama dalam setiap pelaksanaan tugas. Bupati juga mengucapkan selamat kepada seluruh kepala kampung dan anggota Bamuskam yang telah dilantik, seraya berharap Tuhan Yang Maha Kuasa senantiasa memberikan hikmat, kesehatan, kekuatan, dan tuntunan dalam menjalankan tugas serta pengabdian kepada masyarakat, bangsa, dan negara.
“Selamat bekerja dan selamat mengabdi demi kemajuan kampung, distrik, dan Kabupaten Jayapura yang kita cintai bersama,” pungkasnya.
(Yan Mofu)











