Berita

Seorang Pemancing Terjatuh dari Jembatan Merah Youtefa, Ditemukan Tewas 4 Jam Kemudian

0
×

Seorang Pemancing Terjatuh dari Jembatan Merah Youtefa, Ditemukan Tewas 4 Jam Kemudian

Sebarkan artikel ini
Tampak korban pemancing dalam kantong jenazah yang dievakuasi oleh tim gabungan. (Ist)

Berita Papua, Jayapura — Seorang pemancing bernama Firman (22), warga Jalan Nuri Kali Acai, Kota Jayapura, ditemukan meninggal dunia setelah terjatuh dari Jembatan Merah Youtefa Holtekamp, Kelurahan Enggros, Distrik Abepura, Kota Jayapura, Selasa (14/7) dini hari.

Korban ditemukan tak bernyawa setelah tim gabungan melakukan pencarian selama sekitar 4 jam.

Tim gabungan yang terlibat dalam evakuasi terdiri atas personel Polresta Jayapura Kota, Polsek Abepura, Polsek Jayapura Selatan, Satuan Polisi Air dan Udara (Polairud) Polresta Jayapura Kota, serta Badan Search and Rescue Nasional (Basarnas).

Peristiwa bermula sekitar pukul 01.35 WIT, saat salah satu saksi mendatangi Pos Polairud Jembatan Merah dan melaporkan bahwa rekannya terjatuh ke laut dari atas jembatan. Berdasarkan keterangan saksi, korban bersama beberapa rekannya tengah memancing di lokasi tersebut ketika terdengar suara seseorang jatuh. Saksi sempat melihat cahaya senter kepala milik korban masih menyala di dalam air, sebelum bergegas meminta pertolongan ke pos polisi terdekat.

Menerima laporan itu, Piket Regu I Sat Polairud Polresta Jayapura Kota bergerak menuju lokasi kejadian pada pukul 01.40 WIT menggunakan longboat, sekaligus berkoordinasi dengan Pos Polair Hamadi untuk meminta bantuan personel Polsek Jayapura Selatan.

Pencarian awal dari atas longboat sempat terkendala kondisi lokasi yang gelap dan arus laut yang deras, sehingga penyelaman belum dapat dilakukan. Sekitar pukul 02.30 WIT, personel sempat mendarat di Pantai Cibery untuk meminta keterangan saksi dan berkoordinasi dengan pihak terkait guna mendukung proses pencarian.

Tim gabungan kemudian melanjutkan penyisiran menggunakan dua unit perahu. Korban akhirnya ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa sekitar pukul 05.40 WIT. Jenazah dievakuasi menggunakan ambulans Rumah Sakit Bhayangkara Polda Papua dan tiba di rumah sakit tersebut pada pukul 06.18 WIT. Pihak keluarga selanjutnya diarahkan membuat laporan polisi, surat permintaan visum, serta surat penolakan autopsi sesuai permintaan keluarga korban.

Kapolresta Jayapura Kota Kombes Pol Fredrickus W.A. Maclarimboen melalui Kapolsek Abepura Kompol Paulus Hilapok mengatakan personel kepolisian bersama unsur terkait bergerak cepat merespons laporan masyarakat.

“Kami mengapresiasi kerja sama seluruh pihak yang terlibat dalam proses pencarian ini. Kehadiran personel di lapangan merupakan bentuk pelayanan Polri dalam memberikan respons cepat terhadap setiap kejadian yang membutuhkan bantuan masyarakat,” ujar Hilapok.

Ia mengimbau masyarakat agar selalu mengutamakan keselamatan saat beraktivitas di area perairan maupun jembatan, khususnya pada malam hari, serta segera melapor apabila terjadi keadaan darurat.

Polresta Jayapura Kota mengingatkan warga untuk lebih berhati-hati saat memancing di area jembatan atau lokasi berisiko lain.

(Renaldo Tulak)