Berita

Kepala Suku Armati Imbau Masyarakat Sarmi Tak Terprovokasi Isu Keamanan Jayawijaya

0
×

Kepala Suku Armati Imbau Masyarakat Sarmi Tak Terprovokasi Isu Keamanan Jayawijaya

Sebarkan artikel ini
Kepala Suku Armati sekaligus Ketua Dewan Adat Apawer, Yafet Weiraso. (Ist)

Berita Papua, Sarmi — Kepala Suku Armati sekaligus Ketua Dewan Adat Apawer, Yafet Weiraso, menyampaikan imbauan kepada masyarakat adat Kabupaten Sarmi agar tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi menyusul rentetan aksi gangguan keamanan yang terjadi di Kabupaten Jayawijaya.

Imbauan tersebut disampaikan dalam kegiatan Diskusi Adat Ketahanan Pangan Berbasis Lumbung Desa dalam rangka Hari Tani Nasional, yang digelar di Jalan Kelapa 1, Kelurahan Mararena, Distrik Sarmi, Kabupaten Sarmi, Papua, Sabtu siang (27/9/2026).

Yafet menyatakan keprihatinannya atas kondisi keamanan yang terganggu di Jayawijaya dan menilai situasi tersebut berpotensi menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.

“Saya selaku Kepala Suku Armati menyampaikan keprihatinan atas rentetan aksi gangguan keamanan yang terjadi di Kabupaten Jayawijaya yang dapat menimbulkan keresahan dan mengganggu aktivitas masyarakat,” ujarnya.

Ia meminta seluruh masyarakat adat di Kabupaten Sarmi untuk tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum jelas kebenarannya, terutama yang beredar di media sosial.

“Saya mengimbau kepada seluruh masyarakat adat di Kabupaten Sarmi agar tidak mudah terprovokasi oleh informasi maupun isu yang belum dapat dipastikan kebenarannya, khususnya informasi yang beredar melalui media sosial. Masyarakat hendaknya tetap tenang, menjaga hubungan kekeluargaan dan tidak melakukan tindakan yang dapat memperkeruh situasi keamanan,” katanya.

Yafet juga mengajak para tokoh masyarakat, tokoh agama, dan tokoh pemuda untuk turut menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di wilayah masing-masing.

“Saya juga mengajak para tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda serta seluruh masyarakat adat untuk bersama-sama menjaga situasi Kamtibmas di wilayah masing-masing. Apabila menemukan adanya informasi atau aktivitas yang berpotensi mengganggu keamanan, hendaknya disampaikan kepada pihak yang berwenang melalui jalur yang tepat dan tidak mengambil tindakan sendiri,” ujarnya.

Menurutnya, situasi keamanan yang kondusif menjadi salah satu prasyarat penting bagi keberlangsungan aktivitas masyarakat dan program pembangunan, termasuk penguatan ketahanan pangan berbasis lumbung desa.

“Kondisi keamanan yang aman dan kondusif merupakan salah satu faktor penting dalam mendukung kehidupan masyarakat serta keberlangsungan berbagai program pembangunan, termasuk upaya memperkuat ketahanan pangan berbasis kampung dan lumbung desa,” katanya.

Ia menegaskan, momentum Hari Tani Nasional semestinya menjadi ajang untuk mengedepankan persatuan, gotong royong, musyawarah, dan kedamaian antarwarga.

“Jangan sampai persoalan keamanan maupun informasi yang tidak benar memecah hubungan antarmasyarakat dan menghambat pembangunan di Tanah Papua,” tegasnya.

Sebagai Kepala Suku Armati sekaligus Ketua Dewan Adat Apawer, Yafet mengajak seluruh masyarakat adat untuk turut menjaga keamanan lingkungan, menghormati hukum yang berlaku, memperkuat komunikasi antarwarga, serta menciptakan suasana kondusif agar masyarakat dapat menjalankan aktivitas pertanian, ekonomi, dan sosial dengan baik.

“Mari kita jaga Sarmi tetap aman, damai dan kondusif. Dengan keamanan yang terjaga, masyarakat dapat bekerja, bertani dan membangun kampung untuk mewujudkan ketahanan pangan dan kesejahteraan bersama,” pungkasnya.

(Renaldo Tulak)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *