Berita Papua, Sarmi — Salah satu tokoh adat di kabupaten Sarmi, Ondoafi Bageserwar, Kaleb Sawen, menyampaikan rasa prihatin dan turut berduka cita yang mendalam atas peristiwa pembunuhan terhadap 3 orang Aparatur Sipil Negara (ASN) di Distrik Muliama, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan.
Dalam keterangannya, Kaleb Sawen menegaskan bahwa tindakan kekerasan yang mengakibatkan hilangnya nyawa manusia, khususnya terhadap warga sipil dan ASN yang sedang menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat, merupakan perbuatan yang tidak dapat dibenarkan.
“Tindakan kekerasan terhadap warga sipil, termasuk ASN yang sedang menjalankan tugas pelayanan, adalah perbuatan yang tidak dapat dibenarkan dan bertentangan dengan nilai-nilai adat, kemanusiaan, serta prinsip hidup damai di Tanah Papua,” ujar Kaleb Sawen di Kampung Bageserwar, Sarmi, Senin (28/9/2026).
Ia menilai bahwa setiap permasalahan yang terjadi di tengah masyarakat hendaknya diselesaikan melalui dialog, musyawarah, dan mekanisme hukum yang berlaku, bukan melalui tindakan kekerasan yang dapat menimbulkan korban jiwa.
Sebagai Ondoafi Bageserwar, Kaleb Sawen mengajak seluruh elemen masyarakat adat untuk tetap menjaga persaudaraan, tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum jelas kebenarannya, serta bersama-sama menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat yang kondusif di wilayah Kabupaten Sarmi.
“Kami mengajak seluruh masyarakat adat untuk tetap menjaga persaudaraan dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum jelas kebenarannya. Mari bersama-sama kita ciptakan situasi keamanan dan ketertiban yang kondusif di Kabupaten Sarmi,” imbuhnya.
Lebih lanjut, Kaleb Sawen menyampaikan sejumlah himbauan kepada seluruh elemen masyarakat. Pertama, ia meminta masyarakat tetap menjaga situasi keamanan dan ketertiban serta tidak melakukan tindakan yang dapat memicu konflik maupun aksi kekerasan di lingkungan masing-masing.
Kedua, ia menghimbau agar masyarakat menghormati proses hukum yang sedang berjalan dan memberikan kepercayaan kepada aparat berwenang untuk mengungkap peristiwa tersebut secara profesional sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Ketiga, Kaleb Sawen menekankan pentingnya memperkuat peran tokoh adat, tokoh agama, tokoh pemuda, dan seluruh elemen masyarakat dalam memberikan pemahaman kepada generasi muda agar tidak terlibat dalam kelompok maupun aktivitas yang mengarah pada tindakan kekerasan.
“Peran tokoh adat, tokoh agama, dan tokoh pemuda sangat penting untuk memberikan pemahaman kepada generasi muda agar tidak terlibat dalam aktivitas yang mengarah pada tindakan kekerasan,” pungkasnya.
Peristiwa pembunuhan terhadap 3 orang ASN di Distrik Muliama, Kabupaten Jayawijaya, telah menimbulkan keresahan di tengah masyarakat, khususnya bagi keluarga korban dan masyarakat Papua secara umum.
(Renaldo Tulak)











