Berita

2 Penambang Yang Hilang di Kali Sewi Ditemukan Meninggal Dunia, Polisi Dalami Penyebab Kematian

0
×

2 Penambang Yang Hilang di Kali Sewi Ditemukan Meninggal Dunia, Polisi Dalami Penyebab Kematian

Sebarkan artikel ini
Tampak pihak berwenang saat menunjukkan jenazah korban yang mengapung. (Ist)

Berita Papua, Airu — Setelah dilakukan upaya pencarian, dua orang penambang emas tradisional yang dilaporkan hilang di kawasan Kali Sewi, Kampung Meteor, Distrik Airu, Kabupaten Jayapura, akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Meski kedua korban telah ditemukan, Polres Jayapura masih terus melakukan penyelidikan untuk mendalami rangkaian peristiwa serta memperoleh kejelasan terkait kematian keduanya, Senin (02/11/2026).

Kedua korban diketahui berinisial AT (30) dan AMDS (32). Informasi awal mengenai hilangnya kedua penambang tersebut diterima personel Pos Polisi Airu pada Kamis (29/10/2026).

Sekitar pukul 12.30 WIT pada hari yang sama, salah satu korban, AT, ditemukan di kawasan Kali Sewi dalam keadaan meninggal dunia. Personel Pos Polisi Airu yang menerima informasi tersebut segera menuju lokasi dan melakukan evakuasi menggunakan ambulans Puskesmas Airu untuk selanjutnya dibawa ke RS Bhayangkara guna menjalani pemeriksaan medis.

Berdasarkan hasil autopsi yang dilaksanakan pada Kamis malam sekitar pukul 22.30 WIT, tim medis tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Namun, ditemukan air dan pasir pada saluran pernapasan bagian bawah serta pembengkakan pada kedua paru-paru.

Hasil pemeriksaan menyimpulkan bahwa penyebab kematian korban adalah terhalangnya saluran pernapasan akibat masuknya air dan pasir sehingga mengakibatkan gangguan fungsi pernapasan. Selain itu, ditemukan tanda-tanda serangan jantung mendadak yang diperkirakan dapat menyebabkan korban kehilangan kemampuan untuk menyelamatkan diri sebelum kepalanya terbenam di dalam air.

Sementara itu, korban kedua, AMDS, ditemukan pada Jumat (30/10/2026) sekitar pukul 10.34 WIT setelah personel BKO Polres Jayapura menerima informasi dari masyarakat. Korban ditemukan di kawasan Muara Prawija, area air terjun Sungai Mamberamo, dalam keadaan meninggal dunia.

Mendapatkan informasi tersebut, personel BKO Polres Jayapura yang dipimpin Kabag Ops segera mendatangi lokasi penemuan dan melakukan evakuasi. Jenazah korban kemudian dibawa ke RS Bhayangkara dan tiba sekitar pukul 19.30 WIT.

Pihak kepolisian sempat merencanakan pelaksanaan autopsi untuk mengetahui penyebab kematian korban. Namun, pihak keluarga menyatakan menolak dilakukan autopsi sehingga pemeriksaan terhadap korban hanya dilakukan melalui Visum et Repertum (VER).

Kapolres Jayapura AKBP Dionisius VDP Helan, S.I.K., M.H., M.Tr.Mil melalui Kasat Reskrim AKP Axel Panggabean, S.Tr.K., S.I.K., menjelaskan bahwa penyelidikan masih terus berjalan. Penyidik juga telah melakukan langkah-langkah untuk mengumpulkan keterangan dari sejumlah orang yang dianggap mengetahui aktivitas kedua korban sebelum peristiwa tersebut terjadi.

Pada Sabtu (31/10/2026), Sat Reskrim Polres Jayapura telah memanggil empat orang saksi yang merupakan rekan kerja kedua korban untuk dimintai keterangan. Namun, keempat saksi tersebut berhalangan hadir.

“Penyelidikan masih terus kami lakukan. Kami perlu mendapatkan keterangan dari rekan-rekan kerja kedua korban untuk mengetahui aktivitas mereka sebelum kejadian, termasuk menggali informasi mengenai kronologi peristiwa yang menyebabkan keduanya ditemukan meninggal dunia,” jelas Kasat Reskrim.

Ia menambahkan, pihaknya akan terus mengumpulkan fakta-fakta di lapangan serta melakukan pendalaman guna memperoleh gambaran yang lebih utuh mengenai peristiwa tersebut.

Polres Jayapura turut menyampaikan belasungkawa kepada keluarga kedua korban dan berharap keluarga diberikan kekuatan serta ketabahan dalam menghadapi musibah ini.

(Yan Mofu)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *