Berita Papua, Jayapura — Dinas Pendidikan Provinsi Papua resmi menutup Workshop Pengembangan Pembelajaran Berbasis Platform Artificial Intelligence (AI) bagi Guru Mata Pelajaran Sekolah Khusus Papua Tahun 2026, Kamis (10/9/2026).
Workshop yang berlangsung selama 3 hari, 8-10 September 2026, di Hotel Grand Asmat, Jayapura, telah resmi dibuka oleh Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Papua, Marthen Medlama, S.Pd M.Si. M.TSOL
Kegiatan ini secara resmi ditutup oleh Kepala Bidang Pembinaan Ketenagaan Dinas Pendidikan Provinsi Papua, Manius Wenda, S.Pd. M.Si di ballroom Hotel Grand Asmat, Jayapura.
Workshop tersebut menghadirkan 2 narasumber dari Balai Besar Guru dan Tenaga Kependidikan (BBGTK) Jawa Barat, yakni Dr. Yoki Ariyana, ST, MT, Widyaiswara Ahli Madya, dan Suharto, S.Pd., M.T.
Kegiatan diikuti 35 peserta yang terdiri dari guru mata pelajaran di lingkungan sekolah khusus Papua, dengan rincian 13 guru Sekolah Luar Biasa (SLB), 10 guru Sekolah Nonkelas (SNK) setara SMA, dan 12 guru SNK setara SMK.
Saat pembukaan Workshop, Kepala Dinas Pendidikan Papua, Marthen Medlama menjelaskan bahwa workshop ini difokuskan pada penguatan kompetensi guru dalam memanfaatkan platform kecerdasan buatan untuk pembelajaran di kelas.
Ia menjelaskan, selama 3 hari kegiatan berlangsung, para narasumber diharapkan dapat membagikan pengetahuan yang bisa langsung diterapkan guru dalam proses belajar-mengajar di sekolah masing-masing.
“Mudah-mudahan mereka bisa memberikan sharing pengetahuan untuk guru-guru kita, sehingga guru-guru kita bisa apply, bisa menerapkan ilmu yang mereka dapat ini dalam pembelajaran di sekolah nanti,” katanya.
Marthen menilai digitalisasi pendidikan menjadi kebutuhan mendesak dalam beberapa tahun terakhir, terutama di wilayah perkotaan seperti Jayapura yang akses internetnya relatif memadai.
“Terutama di kota-kota yang akses internetnya cukup baik seperti Jayapura, kita juga dalam hal ini tidak mau ketinggalan. Kita mendorong guru-guru kita untuk ikut pelatihan dengan mendatangkan narasumber yang memiliki kelebihan, punya kompetensi di bidang AI,” jelasnya.
Kepala Bidang Pembinaan Ketenagaan Dinas Pendidikan Provinsi Papua, Manius Wenda menegaskan bahwa platform AI hanya berfungsi sebagai alat bantu pembelajaran, bukan pengganti peran guru.
“Platform ini bisa digunakan oleh guru untuk mengajarkan anak, mempersiapkan materi yang sedikit menarik dan segala macam, tapi tidak menggantikan peran guru,” ujar Wenda.
Ia menambahkan bahwa peran guru sebagai teladan tetap menjadi kunci dalam membentuk karakter dan kebiasaan anak didik.
“Sebagai guru yang harus menjadi teladan, contoh, untuk membentuk karakter kebiasaan anak,” kata Wenda.
Sementara itu, Narasumber Dr. Yoki Ariyana menjelaskan bahwa materi yang disampaikan kepada para peserta berkaitan dengan pengembangan media pembelajaran yang berorientasi pada pembelajaran yang didampingi platform AI.
“Material yang disampaikan untuk teman-teman di Papua itu adalah kaitannya pengembangan media pembelajaran yang berorientasi pada pembelajaran yang digampingi dengan platform pembelajaran AI,” ujar Ariyana.
Ia menyebut bahwa pengembangan koding dan kecerdasan artifisial merupakan salah satu program prioritas Kementerian Pendidikan yang didorong untuk diterapkan di seluruh provinsi di Indonesia.
“Sesuai dengan kebijakan bahwa koding dan kecerdasan artifisial itu menjadi satu program prioritas kementerian untuk bisa dikembangkan di seluruh provinsi, di seluruh Indonesia,” pungkasnya.
(Renaldo Tulak)











